Ada banyak faktor yang bisa jadi pemicu depresi pada kasus remaja milenial. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Jean Twenge, profesor psikologi dari Universitas Negeri San Diego, California, Amerika, masalah terbesar yang dihadapi remaja modern adalah tuntutan kehidupan modern itu sendiri. Hasil penelitian mengatakan bahwa kehidupan modern tidak baik untuk kesehatan mental, salah satunya adalah persaingan di media sosial.
Peneliti
menemukan semakin banyak masalah kesehatan mental yang penyebabnya berkaitan
dengan medsos. Remaja sangat rentan dengan tekanan teman sebaya. Semakin banyak
waktu yang dihabiskan di medsos, semakin tinggi risiko remaja mengalami tekanan
mental yang berujung ke stres dan depresi. Twenge juga menunjukkan hasil studi,
meningkatnya penggunaan Facebook berkorelasi dengan menurunnya tingkat
kepercayaan diri dan kepuasan hidup remaja.
Supaya bisa terhindar dari
depresi, Belia
kasih beberapa tips untuk atasi depresi, yuk simak baik-baik, Gurlz!
1. Olahraga
Olahraga
dapat meredakan depresi, yakni dengan mengatur norepinefrin dan serotonin dalam
otak. Profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari University School of Medicine,
di Durham, P. Murali Doraiswamy, MD, merekomendasikan berolahraga 3-5 kali
seminggu selama 20 sampai 30 menit. "Latihan aerobik, seperti jalan cepat
di atas treadmill, adalah yang terbaik," ujarnya seperti dilansir
health.com.
2. Terapi cahaya
Salah
satu cara untuk mengurangi gejala depresi adalah terapi cahaya, di mana kamu
duduk di dekat kotak terang benderang. Terapi ini biasanya dimulai sekitar 15 menit hingga dua jam setiap hari.
3. Tulis buku
harian
Menulis
di buku harian atau diary nyatanya bias membuat perasaan
menjadi legal ho, Gurlz! Orang-orang yang menulis diary secara rutin mampu
mendongkrak perasaan mereka sendiri. Menaruh semua pikiran mereka pada buku diary agar pikiran dapat dilihat secara
nyata merupakan hal baik agar mereka bisa terus berkembang. Selain itu, hal ini
membuat kamu melacak hal-hal positif dalam hidup kamu.
4. Dukungan kelompok
Mintalah
dukungan dari kelompok atau gengmu. Dukungan kelompok merupakan cara terbaik
untuk mengobati depresi ringan, karena memberikan kesempatan untuk belajar dari
orang-orang yang berurusan dengan masalah yang sama.
5. Kurangi bermain medsos
Kebanyakan
remaja sekarang terjebak dalam persaingan menampilkan situasi terbaik kehidupan
mereka untuk dipamerkan di medsos. Padahal, terkadang apa yang ditampilkan di
medsos tidak mencerminkan kebahagiaan hidup yang sebenarnya. Mulai sekarang, belajarlah
mengurangi bermain
medsos, agar tidak melihat hal yang bisa membuat kamu terpengaruh. Remember Gurlz, real life is
not what’s on the screen, so don’t let social media define who you really are.
6. Meditasi
Sebuah
penelitian menunjukkan meditasi dapat mencegah kambuhnya depresi. Hasil penelitian
menunjukkan tingkat kambuhan untuk orang yang menggunakan meditasi adalah sama
dengan yang mengambil antidepresan (sekitar 30%), dan lebih rendah dibandingkan
pada plasebo (sekitar 70%).
7. Ibadah
Penelitian
telah menunjukkan dengan rutin beribadah, dapat mengatasi gangguan emosi dan
depresi berat, mengurangi stres, permusuhan, kecemasan dan meningkatkan energi,
kualitas tidur, dan kesejahteraan.
Yuk,
jadi remaja cerdas dan anti depresi dengan hidup sehat, Gurlz!